by

Aksi GMNI MLM Berbuah Hasil, Perda Larangan Honorer/TKS Calon BPD Akan di Revisi

MURATARA-Aksi demo pemuda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Musi Rawas, Lubuklinggau, Muratara (MLM) di DPRD Muratara berbuah hasil.

Setelah gagal audiensi di Pemkab Muratara sejumlah pemuda GMNI tersebut melanjutkan aksinya di DPRD Muratara.

Setelah melakukan orasi beberapa menit, para pedemo langsung disambut oleh Wakil Ketua I DPRD dan diajak masuk untuk berdiskusi bersama DPRD lainnya.

Ketua GMNI MLM Eris Young Hengki menceritakan terjadinya aksi demo, karena adanya dugaan mogok atas laporan warga terhadap oknum BPD yang rangkap jabatan.

“Segala upaya sudah dilakukan, mulai audiensi camat, DPMD&P3A, hingga DPRD. Namun hingga tanggal 5 Oktober 2020 belum ada tindak lanjut atas laporan tersebut. Dari audiensi awal hingga sekarang sudah mogok 7 bulan,”kata Eris, Senin (5/10/2020)

Lanjutnya, untuk itu, hari ini kami bersama teman yang lain, menanyakan kembali Kepada DPRD selaku pengawas Perda.

Ia mengatakan, setelah mengikuti diskusi bersama DPRD, ada titik temu terhadap laporan warga, bahwa DPRD akan melakukan revisi terhadap Perda yang mengatur larangan Honorer/TKS calon BPD rangkap jabatan.

“Artinya DPRD mengakui adanya kesalahan dalam pembuatan Perda. Ya kami tunggu hasil revisinya,”ujarnya

Ditempat yang sama, Wakil Ketua I DPRD Muratara Amri Sudaryono sekaligus pimpinan rapat mengatakan, perda dibuat harus mengacu pada aturan yang tinggi, dalam hal ini Permendari.

Termasuk tuntutan pemuda GMNI hari ini. Bahwa adanya perbedaan, miskomunikasi dalam pembuatan Perda.

“Memang adanya perbedaan,antara Perda dan aturan yang lebih tinggi. Kami akan melakukan revisi dalam waktu yang secepatnya,”tegasnya

Kemudian,lanjutnya dalam pembuatan Perda juga memperhatikan kearifan lokal, untuk memberikan luang kepada warga yang belum memiliki pekerjaan. (02)

 

 

 

  • Penulis : Hengki Pransis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed