by

GMNI Kecam Oknum Penambang Ilegal Yang Berakibat Tercemarnya Sungai

MURATARA- Kualitas lingkungan hidup yang semakin menurun, mengancam kelangsungan perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, sehingga perlu dilakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang sungguh sungguh dan konsisten oleh semua pemangku kepentingan.

Ketua DPC GMNI Lubuklinggau, Musi Rawas, dan Muratara, Eris Yong Hengki menuturkan bahwa telah terjadinya pencemaran lingkungan hidup di Kabupaten Muratara yakni tercemarnya aliran sungai

Pencemaran diduga dilakukan oleh oknum penambang ilegal yang tidak bertangung jawab, sehingga berimbas bagi warga desa yang di aliri sungai dimulai dari desa Embacang, Tanjung beringin, Noman, Batu gajah, Maur, Beringin Jaya hingga bermuara ke sungai Kelurahan Rupit.

“Air sungai tersebut terus mengalir melewati desa-desa yang berada di bagian hilir sungai diantaranya Kecamatan Karang dapo dan Rawas ilir. Dimana masyarakat setempat sebagian besarnya masih mengunakan aliran sungai tersebut untuk menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari mereka di mulai dari mandi, nyuci, bahkan sebagai sumber air minum bagi mereka,”katanya, Jum’at (25/12/2020)

Lanjutnya, tentunya dengan tercemarnya air sungai tersebut akan berimbas kepada kehidupan ekosistem yang ada di dalam sungai tersebut.

“Sebagaimana yang telah tertuang didalam UU lingkungan hidup BAB II Pasal 3 tentang tujuan Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yaitu melindungi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, menjamin keselamatan, kesehatan, dan kehidupan ¬†manusia, menjamin kelangsungan kehidupan makhluk hidup dan kelestarian ekosistem, menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup, mencapai keserasian, keselarasan, dan keseimbangan lingkungan hidup, menjamin terpenuhinya keadilan generasi masa kini dan generasi masa depan, menjamin pemenuhan dan perlindungan hak atas lingkungan hidup sebagai bagian dari hak asasi manusia, mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, mewujudkan pembangunan berkelanjutan, dan¬†mengantisipasi isu lingkungan global.”

“Maka dapat kita simpulkan bersama bahwa apa yang telah terjadi saat ini persoalan pencemaran aliran air sungai tersebut telah melanggar UU Lingkungan hidup dan aturan yang telah disepakati bersama,”katanya

Pada kesempatan yang sama Sekretaris DPC GMNI, Evan Maulana sebagai mana yang telah di jelaskan tadi bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

“Maka perlunya tindakan segera oleh piha pihak yang berwenang untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat ini sebelum habisnya kesabaran masyarakat dan tentunya kami sebagai organisasi kemahasiswaan yang mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya maka kami pasti akan mensuport penuh dan siap ikut terjun langsung terkait persoalan ini yang menyangkut penghidupan banyak mahluk hidup,”pungkasnya (02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed